Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Gelar Dialog Akademik
Berdasarkan laporan Evaluasi Diri Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman tahun 2011, diketahui bahwa lulusan dari Progam Studi Pendidikan Bahasa Jerman masih memiliki masa studi yang cukup lama (5,4 tahun) dengan IPK rata-rata 3,25. Angka tersebut dirasa masih jauh dari harapan, dan perlu ditingkatkan. Artinya masa studi mahasiswa harus diupayakan lebih pendek dan rerata IPK diperbesar.
Dilain sisi, Mahasiswa juga dituntut aktif untuk mengembangkan kualitas diri agar siap jika nantinya terjun dalam Masyarakat dengan mengikuti beberapa kegiatan Organisasi. Hal yang dilematis adalah ketika mahasiswa menekuni kedua hal tersebut, akan berdampak pada pembagian waktu yang kurang adil baik pada kuliah maupun berorganisasi.
Mensikapi hal tersebut, maka jurusan Pendidikan Bahasa Jerman bekerja sama dengan BDS (Bund der Deutsch-Studenten) akan menyelenggarakan Dialog Akademik bertajuk Menggapai Prestasi Bersama Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman pada Jumat, 11 Mei 2012 bertempat di Ruang Seminar Gedung Kuliah Lt.2 FBS UNY pukul 08.00 sampai selesai.
Acara ini wajib untuk diikuti mahasiswa semua angkatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah:
- memberikan penjelasan pada mahasiswa mengenai program akademik Fakultas Bahasa dan Seni
- memberikan penjelasan pada mahasiswa mengenai kebijakan Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman di bidang Akademik dan Kemahasiswaan
- memberikan strategi menyelesaikan kuliah tepat waktu disertai prestasi yang baik
- untuk memantau perkembangan studi mahasiswa, terutama yang sedang menyusun tugas akhir.
Akan hadir sebagai Pembicara yaitu Dr. Widyastuti Purbani (Wakil Dekan I, FBS UNY), Lia Malia, M.Pd (Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman), Prof. Dr. Pratomo Widodo (Guru Besar di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman) dan Tri Kartika Handayani, M.Pd (Mantan Pendamping Kegiatan Kemahasiswaan).
Semoga bermanfaat! (Admin, P)
Berkarya Lewat PKM
Liebe Studentinen,
Berkaitan dengan adanya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diluncurkan oleh DP2M DIKTI dengan tujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin yang mandiri dan arif. Dalam hal ini mahasiswa bisa mengaplikasikan keahlian, sikap tanggung jawab dan bekerja sama dalam bentuk kreatif dalam bidangnya masing-masing. Maka, Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman menyarankan kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman untuk ikut berpartisipasi dalam PKM. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi semua.
Para Mahasiswa tidak perlu takut, karena Fakultas akan memberikan sarana dalam proses pembuatan PKM. Salah satunya, dengan diadakan Pelatihan PKM pada Sabtu, 28 April 2012 bertempat di PLA lt.3. Acara yang akan dilaksanakan pukul 08.00 diharapkan bisa memberikan pandangan baru bagi para Mahasiswa. Acara ini terbuka untuk semua Mahasiswa baik penerima Beasiswa maupun yang tertarik dengan PKM. Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman sangat menganjurkan kepada seluruh mahasiswa untuk mengikuti rangkaian acara tersebut.
Selain itu, ada beberapa saran yang nantinya bisa dipergunakan dalam penyusunan PKM. Silahkan disimak, mudah-mudahan bisa bermanfaat.
Dalam penulisan proposal PKM, kata kunci terpenting dan merupakan ciri khas program ini adalah kreatifitas.oleh sebab itu, penulisan PKM yang tidak mengandung unsur kreativitas sangatlah susah untuk dapat lolos dan dibiayai. Perlu ditekankan bahwa PKM ini tidak sama dengan proposal yang disusun oleh Mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir yang biasanya bersifat ilmiah.
Jika ingin PKM ingin Lolos sebaiknya :
- 1. Pilihlah judul dan topik yang menarik
- 2. Tulislah Proposal sesuai dengan panduan. Silahkan panduan bisa didownload di http://dikti.go.id/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=155&Itemid=234
- 3. Bentuk kelompok yang memiliki pengetahuan menunjang. Dalam pembuatan PKM, pemilihan anggota TIM tidak dibatasi oleh apapun, baik lintas jurusan dan fakultas.
- 4. Hindari penyusunan anggota kelompok yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir. Ingat bahwa rentang pelaksanaan sampai ke PIMNAS seringkali memakan waktu 1 tahun. Oleh sebab itu, jika komposisi anggota Tim semuanya terdiri dari mahasiswa tingkat akhir maka dikhawatirkan pelaksanaan PKM tidak berjalan dengan baik. Contoh: Jika 1 kelompok teridiri dari 4 anggota silahkan bentuk dengan mahsiswa angkatan 2009, 2 mahasiswa 2010 dan 1 mahasiswa 2011.
- 5. Pilih tema yang sesuai bidangnya. Jika Tim terdiri dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman semua, silahkan pilih tema yang sesuai bidang keahlian Anda. Bisa tentang pendidikan, media pembelajaran, dsb.
- 6. Seringlah mencari info di website dikti : www.dikti.go.id
Selanjutnya, selamat mencoba. Dengan senang hati, para Dosen akan membimbing Anda agar mendapat hasil maksimal. (Admin, P)
Usulan Program Karya Tulis Mahasiswa
Dirjen DIKTI akan segera membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan ilmiah dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM – KT). yang akan didanai tahun 2012. Program in terdiri atas Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM – AI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM – GT).
FBS sudah mengantisipasi hal ini dan sudah meminta para ketua jurusan untuk menyebarkan informasi tersbut. Panduan penulisan selengkapnya dapat dilihat di http://dikti.kemdiknas.go.id/files/dp2m/kpm/Pedoman%20Program%20Kreativitas%20Mahasiswa%202011.pdf
Mahasiswa di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman yang berminat untuk mengikuti program tersebut, harap segera menghubungi ketua jurusan atau Satgas Kemahasiswaan. (Penulis: imsant)
Pidato Steve Jobs Pada Wisuda Standford University
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga. Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyakperbedaan dalam kehidupan saya. Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan. Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya. Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti. Cerita Ketiga Saya: Kematian Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematianadalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu.Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda. Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua. Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish
Pelantikan Pejabat Struktural di UNY
Hari ini pada tanggal 1 desember 2011 merupakan hari bersejarah bagi Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, karena pada hari telah dilantik para pejabat baru di lingkungan UNY. Diantara pejabat baru yang dilantik berasal dari Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, yaitu:
1. Bapak Drs. Sudarmaji, M.Pd sebagai Wakil Dekan II FBS UNY
2. Ibu Dra. Lia Malia, M.Pd sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNY
3. Ibu Dra. Yati Sugiarti, M.Hum sebagai Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNY
Selamat kepada bapak dan Ibu berdua. Semoga dapat menjalankan tugas baru dengan baik. Dan Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman semakin maju, dan bisa menorehkan prestasi baik di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Berita pelatikan dapat dilihat di website UNY http://www.uny.ac.id/berita/UNY/pelantikan-pejabat-baru-uny-menegakkan-good-university-governance-and-clean-university
Beasiswa Sommerkurs DAAD Tahun 2012
DAAD kembali memberikan beasiswa Sommerkurs tahun 2012 untuk mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UNY. Mahasiswa yang berminat untuk mengajukan beasiswa tersebut diharapkan memperhatikan hal-hal berikut:
1) Formulir pengajuan beasiswa bisa diperoleh di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman
2) Persyaratan yang perlu dilengkapi antara lain:
a) Surat rekomendasi dari penasehat akademik
b) Sertifikat ZiDS (ZD)
c) KHS sementara yang disahkan oleh Kasubbag pendidikan
3) Semua persyaratan dimasukan dalam Amplop warna coklat, dan diserahkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman paling lambat tanggal 31 Oktober 2011 pukul 16.00 WIB
4) Pada tanggal 11 November 2011, Pukul 08.30 WiB, bertempat di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman akan diadakan wawancara singkat oleh Tim dosen.
5) Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman akan mengrimkan 3 kandidat terbaik ke DAAD Jakarta.
Yogyakarta, 4 OKtober 2011
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman
FBS – UNY
TTd
Prof. Dr. Pratomo Widodo
NIP. 19610930 198703 1 004
Status Akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman
Setelah berjuang keras, akhirnya beberapa hari lalu Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman memperoleh kepastian perpanjangan status akreditasinya dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Berdasarkan surat dari BAN-PT nomor: 010/BAN-PT/Ak-XIV/S1/2011 ditetapkan bahwa ststus Akreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman adalah B dengan skor 349.
Berkenaan dengan itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan borang akreditasi, evaluasi diri dan visitasi.
Nila Viayanti Mala Lulus dengan Predikat Cumlaude
Pada yudisium periode Juli tahun 2011 di FBS – UNY ada terpercik prestasi dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman yang sangat membanggakan. Mahasiswa tersebut adalah Nila Viayanti Mala yang berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3, 7 dan mampu menyelesaikan studinya dalam waktu 8 semester. Berita mengenai Nila dapat dibaca di website UNY . Berikut ini adalah berita selengkapnya.
YUDISIUM JULI: KESEMPATAN RAIH BEASISWA MASIH TERBUKA
Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, Dekan FBS UNY, Prof. Dr. Zamzani, M. Pd. menyampaikan bahwa Program Pascasarjana UNY sampai sekarang masih berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada lulusan yang berpredikat Dengan Pujian untuk mendapatkan beasiswa selama empat semester melalui seleksi tahun depan. “Tahun ini ada dua orang yang mendapatkan beasiswa studi lanjut di Pascasarjana UNY. Yang satu masuk ke Linguistik Terapan, yang satunya Sastra Anak,” ujarnya. “… untuk Prodi Sastra Anak, inputnya tidak harus dari latar bahasa, namun boleh dari jurusan apa saja. Syaratnya, suka bercerita dan suka sastra terutama sastra anak,” imbuhnya.
Menjelang akhir acara, Zamzani juga mengatakan bahwa fakultas biasanya menawarkan rekrutmen tenaga dosen, namun selalu saja informasinya tidak terpenuhi. Penyebabnya antara lain syaratnya harus sudah menempuh S2, sementara rata-rata yang sudah S2 sudah bekerja. “Harapannya, tahun depan ada yang langsung menempuh studi lanjut,” pungkasnya.
Naskah Pidato Pengukuhan Prof. Dr. Pratomo Widodo, M.Pd
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FBS – UNY saat ini telah memiliki seoerang guru besar dalam bidang Pembelajaran Germanistik.
Pengukuhan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2011 di Auditorium UNY. Tema Pidato pengukuhannya adalah Germanistik dan Profesionalitas Guru Bahasa Jerman. Naskah pidato ini sangat relevan dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman sebagai lembaga yang mencetak tenaga kependidikan bahasa Jerman. Dengan demikian naskah tersebut juga sangat relevan dibaca oleh mahasiswa. Bagi yang berminat nasakh tersebut dapat didownload disini
Penyelenggaran Semester Khusus Tahun Ajaran 2011/2012
Diberitahukan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan bahasa Jerman, bahwa Jurusan akan menyelenggarakan Semester Khusus/Pendek tahun 2010/2011 dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Mata kuliah yang ditawarkan adalah mata kuliah Jurusan yang akan diulang
2. Pendaftaran mata kuliah yang akan diambil bisa dilakukan di Jurusan pada tgl 13 – 16 Juni 2011
3. Pembayaran dilakukan pada tanggal 13 – 17 Juni 2011 di Fakultas (FBS)
4. Konsultasi dan Pengisian KRS tgl 13 – 17 Juni 2011
5. Pengumuman Mata Kuliah yang terselenggara tgl 20 Juni 2011
6. Pelaksanaan Kuliah tgl 27 Juni – 19 Agustus 2011
7. Pelaksanaan ujian tgl 22 – 26 Agustus 2011
8. Biaya Rp 50.000,-/sks
9. Maksimal sks yang diambil 6 sks